BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

..::*Sweet`s Follower*::..

Showing posts with label Syurga. Show all posts
Showing posts with label Syurga. Show all posts

Friday, 3 December 2010

Dia Mencium Akan Haruman Syurga


Di dalam sebuah hadits yang bersumber dari Abu Hurairah rhodiyallaahu ‘anhu, Rasululllah shollallaahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “ Ada tujuh golongan orang yang mendapat naungan Allah pada hari tiada naungan selain dari naunganNya… diantaranya, seorang pemuda yang tumbuh dalam melakukan ketaatan kepada Allah.”


Dan di dalam sebuah hadits shohih yang berasal dari Anas bin an-Nadhr rhodiyallaahu ‘anhu, ketika perang Uhud ia berkata,”Wah …. angin surga, sunguh aku telah mencium wangi surga yang berasal dari balik gunung Uhud.”


Seorang Doktor bercerita kepadaku, “ Pihak rumah sakit menghubungiku dan memberitahukan bahwa ada seorang pasien dalam keadaaan kritis sedang dirawat. Ketika aku sampai, ternyata pasien tersebut adalah seorang pemuda yang sudah meninggal – semoga Allah merahmatinya -. Lantas bagaimana detail kisah wafatnya. Setiap hari puluhan bahkan ribuan orang meninggal. Namun bagaimana keadaan mereka ketika wafat? Dan bagaimana pula dengan akhir hidupnya?


Pemuda ini terkena peluru nyasar, dengan segera kedua orang tuanya –semoga Allah membalas segala kebaikan mereka- melarikannya ke rumah sakit militer di Riyadh.


Di tengah perjalanan, pemuda itu menoleh kepada ibu bapaknya dan sempat berbicara. Tetapi apa yang ia katakan? Apakah ia menjerit dan mengerang sakit? Atau menyuruh agar segera sampai ke rumah sakit? Ataukah ia marah dan jengkel ? Atau apa?


~*~*~*~*~*~


~ Orang tuanya mengisahkan bahwa anaknya tersebut mengatakan kepada mereka,~

‘Jangan khawatir! Saya akan meninggal … tenanglah … sesungguhnya aku mencium wangi surga.!’ Tidak hanya sampai di sini saja, bahkan ia mengulang-ulang kalimat tersebut di hadapan para dokter yang sedang merawat. Meskipun mereka berusaha berulang-ulang untuk menyelamatkannya, ia berkata kepada mereka, ‘Wahai saudara-saudara, aku akan mati, maka janganlah kalian menyusahkan diri sendiri… karena sekarang aku mencium wangi surga.’


Kemudian ia meminta kedua orang tuanya agar mendekat lalu mencium keduanya dan meminta maaf atas segala kesalahannya. Kemudian ia mengucapkan salam kepada saudara-saudaranya dan mengucapkan dua kalimat syahadat, ‘Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah’ Ruhnya melayang kepada Sang Pencipta subhanahu wa ta’ala.


Allahu Akbar … apa yang harus aku katakan dan apa yang harus aku komentari…Semua kalimat tidak mampu terucap … dan pena telah kering di tangan… Aku tidak kuasa kecuali hanya mengulang dan mengingat Firman Allah subhanahu wa ta’ala, “ Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan akhirat.” (Ibrahim : 27)


Tidak ada yang perlu dikomentari lagi.

Ia melanjutkan kisahnya,

“Mereka membawa jenazah pemuda tersebut untuk dimandikan. Maka ia dimandikan oleh saudara Dhiya’ di tempat pemandian mayat yang ada di rumah sakit tersebut. Petugas itu melihat beberapa keanehan yang terakhir. Sebagaimana yang telah ia ceritakan sesudah shalat Magrib pada hari yang sama.


1- Ia melihat dahinya berkeringat. Dalam sebuah hadits shahih Rasulullaah Shallallaahu ‘alahi wasallam bersabda, “Sesungguhnya seorang mukmin meninggal dengan dahi berkeringat”. Ini merupakan tanda-tanda khusnul khatimah.


2- Ia katakan tangan jenazahnya lunak demikian juga pada persendiannya seakan-akan dia belum mati. Masih mempunyai panas badan yang belum pernah ia jumpai sebelumnya semenjak ia bertugas memandikan mayat. Pada tubuh orang yang sudah meninggal itu (biasanya-red) dingin, kering dan kaku.


3- Telapak tangan kanannya seperti seorang yang membaca tasyahud yang mengacungkan jari telunjuknya mengisyaratkan ketauhidan dan persaksiannya, sementara jari-jari yang lain ia genggam


Subhanalllah … Sungguh indah kematian seperti itu. Kita memohon semoga Allah subhanahu wa ta’ala menganugrahkan kita khusnul khatimah.

Saudara-saudara tercinta … kisah belum selesai…


Saudara Dhiya’ bertanya kepada salah seorang pamannya, apa yang ia lakukan semasa hidupnya? Tahukah anda apa jawabnya?



~Apakah anda kira ia menghabiskan malamnya dengan berjalan-jalan di jalan raya?~

Atau duduk di depan televisi untuk menyaksikan hal-hal yang terlarang? Atau ia tidur pulas hingga terluput mengerjakan shalat? Atau sedang meneguk khamr, narkoba dan rokok? Menurut anda apa yang telah ia kerjakan? Mengapa ia dapatkan husnul khatimah (insyaAllah –red) yang aku yakin bahwa saudara pembaca pun mengidam-ngidamkann ya; meninggal dengan mencium wangi surga.


Ayahnya berkata, “Ia selalu bangun dan melaksanakan shalat malam sesanggupnya. Ia juga membangunkan keluarga dan seisi rumah agar dapat melaksanakan shalat Shubuh berjama’ah. Ia gemar menghafal al-Qur’an dan termasuk salah seorang siswa yang berprestasi di SMU.”


Aku katakan, “Maha benar Allah” yang berfirman (yang artinya-red)

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Rabb kami ialah Allah’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): ‘Janganlah kamu takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.’ Kamilah pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari (Rabb) Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Fhushilat:30- 32)


Diakhir kalamku.. insyaAllah dapat kita sama-sama hayati semuanya.. Lambaian syurga indah buatku, tiada lagi yang ku impikan.. itulah yang lebih indah dari segalanya.. Allah, mampukah diriku ke syurgaMu dengan dosa yang bertimbun menggunung.. Ku termenung dengan air mata yang mengalir. Ampukanlah dosaku Ya Allah, yang mengimpikan FirdausiMu~


~H A R U M A N S Y U R G A I M P I A N K U~


Wednesday, 1 December 2010

Antara Isteri & Bidadari Syurga




Saya, kalau terdengar perkataan 'bidadari', memang rasa lain. Lagi-lagi bila dalam satu ceramah Ust. Azhar Idrus, dia kata, "Seorang suami yang soleh akan mendapat sekurang-kurangnya 70 orang bidadari di syurga nanti ( atau 80 orang, maaf terlupa)"
.


"Pastu seorang isteri solelah dapat apa ustaz?"..


"Pastu kesian la kat si isteri asyik kena tinggal je, dahtu dah ada 70 orang bidadari menunggu si suami. Dahla kat dunia pun asyik kena tinggal ngan suami je ( kena tinggal di sini bermaksud, isteri merelakan diri ditinggal suami bilamana suami ingin keluar atas urusan agama. Kan salah satu golongan wanita yang dijanjikan masuk syurga adalah isteri2 dari jenis ini (tapi kalau suami keluar atas urusan 'bola' ke, tak tahulah isteri dapat apa >,<)"


Ini adalah antara soalan2 yang 'berselerak' kat dalam fikiran saya tentang bidadari. Dalam fikiran perempuan2 lain juga saya kira. Tak pelik pun saya rasa, sebab mestilah perempuan akan cemburu bila peranan mereka digantikan oleh bidadari syurga. Apatah lagi dalam Al-Quran, bidadari digambarkan abadi, suci,kecantikannya tidak dapat digambarkan dengan kata.


Jika bidadari menampakkan wajahnya, terpancarlah keindahan antara langit dan bumi.Mereka tidak pernah disentuh oleh penghuni-penghuni syurga selain suaminya. Jika bidadari syurga ke bumi nescaya wanginya akan memenuhi seluruh bumi… Subhanallaah... Jadi, tak pelik pun kan jika seorang perempuan tu merasa cemburu...


Tapi mungkin ramai wanita tak tergamak nak meluahkan sebab bidadari tu kan hadiah Allah kepada lelaki soleh. Maka, siapalah kita ini untuk menidakkan...


tetapi...


Ada seorang isteri yang berani bertanya kepada seorang ustaz dalam satu ceramah,
"Ustaz, boleh tak kalau di syurga nanti, saya tak nak suami saya ada bidadari?"
Si ustaz kemudian menjawab,


"Di syurga nanti, selagi puan tak berenggang dengan suami puan, suami puan seakan-akan tak nampak pun bidadari. Tak perlu lah puan risau sangat. Yang penting sekarang, usahakan agar puan bersama suami dapat menjadi ahli syurga. Kalau isteri terpaksa masuk neraka buat sementara, dan suami yang masuk syurga dulu, saya tak jamin la bidadari tak ganggu dia.."




Padat dan bersahaja jawapan yang diberikan ustaz, disambut gelak ketawa hadirin. Si isteri tunduk sambil tersenyum kelat.




Kenapa pulak suami tak nampak bidadari bila isterinya ada? Sebab wanita ahli syurga kelak akan dijadikan oleh Allah sebagai ketua bidadari. Seorang wanita di dunia itu jauh lebih tinggi darjatnya berbanding bidadari di syurga, kerana ibadahnya kepada Allah semasa di dunia.Bukan senang menjadi seorang isteri,


Diriwayatkan oleh al-Tirmizi dari Muaz bin Jabal r.a., “Tidaklah seorang isteri menyakiti suaminya di dunia, kecuali isterinya dari kalangan bidadari berkata, ‘Janganlah engkau menyakitinya, semoga Allah s.w.t. membunuhmu. Sesungguhnya (ia) hanyalah seorang tamu bagimu, sebentar lagi ia akan meninggalkanmu dan datang menemui kami di syurga.” (Riwayat Tirmizi dan Ibnu Majah, no.2041. Dinilai sahih oleh al-Bani).


Fuhh kalau isteri tu menyakiti hati suaminya, bidadari di syurga akan sangat geram dan seakan 'menyumpah' si isteri tersebut. Kerana itu jika isteri itu benar2 menjaga perilakunya, dia akan dijadikan ketua bidadari.Hebatnya kecantikan ketua bidadari ni, adalah ibarat cahaya bulan mengambang penuh di musim panas.


Para bidadari yang lain pula ibarat bintang-bintang yang bertaburan di sekelilingnya. Hanya menyerlah tika bulan menyepi. Maka apabila Ketua Bidadari itu hadir, si suami seolah-olah terpukau, dan bidadari yang lain seakan tak kelihatan, ataupun nampak kecil saja.


Hebat kan? Tapi macam mana kalau tiada bidadari langsung? Kan lagi bagus kalau tiada saingan? Tidak juga.


Andai tiada bidadari, maka cantiknya Ketua Bidadari umpama bulan penuh di langit yang kosong. Kejelitaannya jadi kurang menyerlah kerana dia cantik sorang-sorang, tak ada siapa yang kurang dari dia, jadi pada siapa dia nak dibandingkan? Pada jiran di mahligai bersebelahan yang jaraknya sejauh mata memandang?


Wahai wanita penghuni syurga; anda sama cantik saja dengan Ketua Bidadari yang lain. Tak berapa seronoklah. Anda hanya paling cantik di mata suami anda. Begitu juga Ketua Bidadari yang menjadi jiran anda, tercantik di mata suaminya.


Satu perkara lagi, para bidadari syurga adalah penghuni asal yang telah Allah tempatkan di situ. Mereka penduduk asal syurga. Tak bolehlah nak halau mereka pula. Nanti mereka mengadu pada Allah. Mereka tidak pernah berbuat dosa, taraf mereka seakan malaikat yang sentiasa makbul doanya. Cuma mereka ini Allah kurniakan nafsu sebagaimana manusia. Tetapi nafsu mereka bersih (tidak takabbur terhadap Allah) dan tidak terhijab.


~K A U L A H B I D A D A R I K U D U N I A A K H I R A T~